Catatan Calon Wartawan ( Jurnalistik )
Ringkasan
Buku
Judul
Buku : Catatan Calon Wartawan
Penulis
: Drs. A.S. Haris Sumadiria M.Si
Tugas
Mata Kuliah
Pengantar
Jurnalistik 2017
I.
Menyelami Jurnalistik Indonesia
A. Arti dan Definisi Jurnalsitik
1. Pengertian Jurnalistik
Secara etimologis,
jurnalistik berasal dari kata journ. Dalam bahasa Prancis, journ berarti
catatan atau laporan harian. Dalam kamus, jurnalsitik diartikan sebagai
kegiatan untuk menyiapkan, mengedit, dan menulis untuk surat kabar, majalah,
atau berkala lainnya (Assegaff, 1983:9).
2. Definisi Jurnalistik
Secara teknis,
jurnalistik adalah kegiatan menyiapkan, mencari, mengumpulkan, mengolah,
menyajikan, dan menyebarkan berita melalui media berkala kepada khalayak
seluas-luasnya dengan secepat-cepatnya.
B. Bentuk Jurnalistik
1. Jurnalsitik Media Cetak
Jurnalistik media
cetak dipengaruhi dua faktor, faktor verbal dan visual. Verbal, sangat
menekankan pada kemampuan memilih dan menyusun kata dalam kalimat dan paragraf
yang efektif dan komunikatif.
2. Jurnalistik Media Elektronik
Auditif
Disebut juga
jurnalistik radio siaran. Banyak dipengaruhi dimensi verbal, teknologikal, dan
fisikal. Teknologikal, berkaitan dengan teknologi yang memungkinkan daya pancar
radio dapat ditangkap dengan jelas dan jernih oleh pesawat radio penerima.
Fisikal, erat kaitannya dengan kesehatan fisik dan kemampuan pendengar khalayak
dalam menyerap dan mencerna setiap pesan.
3. Jurnalistik Media Elektronik
Audiovisual
Disebut juga
jurnalistik televise. Merupakan gabungan dari segi verbal, visual,
teknologikal, dan dimensi gramatikal. Dramatikal, berarti bersinggungan dengan
aspek serta nilai dramatic yang dihasilkan oleh rangkaian gambar.
C. Produk Jurnalistik
1. Tajuk Rencana : opini berisi
pendapat dan sikap resmi suatu media sebagai suatu institusi penerbitan
terhadap persoalan aktual, fenomenal, dan atau controversial yang berkembang
dalam masyarakat.
2. Karikatural : secara
etimologis, karikatur adalah gambar wajah dan karakteristik seseorang yang
diekspresikan secara berlebih-lebihan,
3. Pojok : kutipan pernyataan
singkat narasumber atau peristiwa tertentu yang dianggap menarik atau
kontroversi.
4. Artikel : tulisan lepas berisi
opini seseorang yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya
aktual atau controversial bertujuan untuk memberi tahu (informatif),
memengaruhi dan meyakinkan (persuasif argumentatif), atau menghibur khalayak
pembaca (rekreatif). Terdapat beberapa jenis artikel yaitu artikel praktis yang
lebih banyak bersifat petunjuk praktis cara melakukan sesuatu; artikel ringan
yang lazim ditemukan pada rubrik anak-anak, remaja, dan keluarga; artikel
halaman opini yang lazim ditemukan pada halaman khusus opini bersama tulisan
opini lain yakni tajuk rencana, karikatur, pojok, kolom, dan surat pembaca;
artikel analisis ahli yang biasa ditemukan pada halaman muka, halaman-halaman
berita, atau halaman rubrik-rubrik khusus tertentu.
5. Kolom : opini singkat
seseorang yang lebih banyak menekankan aspek pengamatan dan pemaknaan terhadap
persoalan yang terdapat dalam masyarakat.
6. Surat pembaca : opini singkat
yang ditulis pembaca dan dimuat khusus pada rubrik khusus surat pembaca.
Biasanya berisi komentar atau keluhan pembaca tentang apa saja yang menyangkut
kepentingan dirinya.
II.
Ruang Lingkup Pers
Ruang lingkup pers mencakup media
cetak dan media elektronik. Pers dalam arti luas disebut juga media massa.
A. Fungsi Utama Pers
1. Informasi (to inform) :
menyampaikan informasi secepat-cepatnya kepada masyarakat seluas-luasnya.
2. Edukasi (to educate) :
informasi yang disampaikan hendaknya dalam rangka mendidik.
3. Koreksi (to influence) : peran
pers sebagai alat kontrol sosial.
` 4.
Rekreasi (to entertain) : menghibur.
5. Mediasi (to mediate) : peran
pers sebagai mediator/ penghubung antara informasi kepada masyarakat.
B. Karakteristik Pers
1. Periodesitas : harus terbit
tepat waktu
2. Publisitas : harus ditujukan
kepada khalayak yang heterogen
3. Aktualitas : informasi apapun
yang disuguhkan harus mengandung unsur kebaruan. Secara teknis jurnalistik,
aktualitas mengadung tiga dimensi: kalender, waktu dan masalah. Aktulitas
kalender merujuk kepada peristiwa yang sudah tercantum pada kalender. Aktulitas
waktu merujuk pada peristiwa yang baru, sedang, atau akan terjadi. Aktualitas
masalah berhubungan dengan peristiwa yang jika dilihat topiknya, sifat,
dimensi, dan dampaknya.
4. Universalitas : berkaitan
dengan kesemestaan sumber dan materi media massa tersebut.
5. Objektifitas : nilai etika dan
moral yang harus dipegang teguh oleh media massa dalam menjalankan tugas
jurnalistiknya.
C. Tipologi Pers
1. Pers Berkualitas : memilih
cara penyajian yang etis, moralis, dan intelektual.
2. Pers Populer : memilih cara
penyajian yang sesuai dengan selera zaman, cepat berubah-ubah, sederhana, tegas
lugas, enak dipandang mata, sangat kompromistis dengan tuntutan pasar.
3. Pers Kuning : menggunakan
pendekatan jurnalistik SCC (sex, conflict, crime)
D. Jenis dan Sirkulasi Pers
1. Pers Komunitas : dimaksudkan
untuk memenuhi kebutuhan khalayak pembaca yang berada dalam satu lingkungan,
misalnya suatu organisasi, perusahaan, wilayah.
2. Pers Lokal : hanya beredar di
sebuah kota dan sekitarnya. Kebijakan redaksionalnya bertumpu pada pengembangan
dimensi kedekatan geografis dan kedekatan psikologis.
3. Pers Regional : berkedudukan
di ibukota provinsi. Sirkulasinya meliputi seluruh kota yang terdapat dalam
provinsi itu.
4. Pers nasional : kebanyakan
berkedudukan di ibukota Negara. Wilayah sirkulasinya meliputi seluruh wilayah
yang terjangkau aleh sarana transportasi. Kebijakan redaksionalnya lebih banyak
menekankan masalah, isu, aspirasi, tuntutan dan kepentingan nasional.
5. Pers Internasional : hadir di
sejumlah negara dengan menggunakan teknologi sistem cetak jarak jauhdengan pola
pengembangan zona atau wilayah.
E. Pilar Penyangga Pers
1. Idealisme : cita-cita, obsesi,
sesuatu yang terus dikejar untuk bisa dijangkau dengan segala daya menurut
etika dan norma profesi yang berlaku serta diakui oleh masyarakat dan negara.
2. Komersialisme : media massa
harus berorientasi juga pada kepentingan komersialisme agar memiliki kekuatan
untuk terus mejalankan idealisme.
3. Profesionalisme : tujuan dan
aspirasi professional adalah kesetiannya pada bidang tugas. Profesional
melayani masyarakat, memiliki kepedulian terhadap bidangnya, memiliki otonomi,
mengatur dirinya sendiri
F. Landasan Pers Nasional
1. Landasan Idiil : Pancasila
sebagai ideologi negara.
2. Landasan Konstitusional : UUD 1945
sebagai landasan konstitusional negara.
3. Landasan Yuridis Formal : UU
Pokok Pers No. 40/ 1999 untuk pers dan UU Pokok Penyiaran No. 32/ 2002 untuk
media radio siaran dan televisi.
4. Landasan Strategis Operasional
: mengacu pada kebijakan redaksional masing-masing institusi pers.
5. Landasan Sosiologis Kultural :
berpijak pada nilai dan norma sosial budaya agama yang berlaku pada dan
sekaligus dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia.
6. Landasan Etis Profesional :
menginduk pada kode etik profesi.
G. Bahasa Jurnalistik Pers
1. Sederhana
2. Singkat
3. Padat
4. Lugas
5. Jelas
6. Jernih
7. Menarik
8. Demokratis
9. Mengutamakan kalimat aktif
10. Menghindari kata atau istilah
teknis
11. Tunduk kepada kaidah dan
etika bahasa baku.
III.
Klasifikasi, Jenis, dan Nilai Berita
A. Definisi Berita
1. Paul Des Massener dalam Here’s
The News: Unesco Associate menyatakan bahwa news adalah sebuah informasi yang
penting dan menarik perhatian serta minat khalayak.
2. Doug Newsom dan James A.
Wollert dalam Media Writing News for the Mass Media: berita adalah apa saja
yang ingin dan perlu diketahui orang atau lebih luas lagi oleh masyarakat.
3. Williard C. Bleyer dalam
Newspaper Writing and Editing: berita adalah sesuatu yang termasa yang dipilih
oleh wartawan untuk dimuat dalam surat kabat, karena dia menarik minat atau
memunyai makna bagi pembaca surat kabar, atau karena dia dapat menarik pembaca
untuk membaca berita tersebut
4. William S. Maulby dalam
Getting the News: berita bisa didefiniskan sebagai suatau penuturan secara
benar dan tak memihak dari fakta-fakta yang memunyai arti penting dan baru
terjadi, yang dapat menarik perhatian para pembaca surat kabar yang memuat
berita tersebut.
B. Klasifikasi Berita
Dapat dikelompokkan menjadi dua
kategori. Berita berat (hardnews) dan berita ringan (softnews). Berdasarkan
lokasi peristiwanya, berita dibagi dua, ditempat terbuka atau tempat tertutup.
Berdasarkan sifatnya berita dibagi dua, berita diduga dan berita tak terduga.
C. Jenis-jenis Berita
Berita berdasarkan jenisnya
dibagi menjadi tiga kelompok yaitu elementary, intermediate, advance. Berita
elementary mencakup berita langsung (straight news), berita mendalam (depth
news report), dan berita menyeluruh (comprehensive news report). Berita
intermediate meliputi pelaporan berita interpretatif (interpretatif news
report) dan pelaporan karangan khasc(feature story report). Sedangkan untuk
kelompok advance merujuk pada pelaporan mendalam (depth reporting), pelaporan
penyelidikan (investigative reporting), dan penulisan tajuk rencana (editorial
writing).
D. Konsep Berita
Menurut George Fox Mott dalam New
Survey of Journalism (1958), terdapat delapan konsep berita :
1. Berita sebagai laporan
tercepat
2. Berita sebagai rekaman
3. Berita sebagai fakta objektif
4. Berita sebagai interpretasi
5. Berita sebagai sensasi
6. Berita sebagai minat insani
7. Berita sebagai ramalan
8. Berita sebagai gambar.
E. Kriteria Umum Nilai Berita
1. Keluarbiasaan (unusualness)
2. Kebaruan (newness)
3. Akibat (impact)
4. Aktual (timelines)
5. Kedekatan (proximity)
6. Informasi (information)
7. Konflik (conflict)
8. Orang penting (prominence)
9. Ketertarikan manusiawi (human
interest)
10. Kejutan (surprising)
11. Sex (sex)
IV.
Mencari, Meliput, dan Menulis Berita
A. Bagaimana Berita Diperoleh?
1. Berita Diduga Melalui Meeting
Rapat proyeksi diselenggarakan
secar rutin, berpijak pada tiga asumsi :
1. Berita diduga yang
baik hanya bisa diperoleh melalui persiapan yang baik.
2. Masyarakat kita
semakin dinamis dan kritis sebagai dampak langsung bergulirnya era reformasi.
3. Media massa
sebagai industri jasa komunikasi dan informasi, kini dihadapkan pada pola
persaingan ketat.
2. Berita Tak Diduga Melalui
Hunting
B. Mengenali Sumber berita
1. Sumber Berita Berdasarkan
Sifatnya
Berdasarkan sifatnya,
sumber berita dibagi dua, sumber berita resmi dan tidak resmi. Sumber berita
resmi berasal dari pusat kegiatan pemerintahan. Sumber berita tidak resmi
diperoleh dari anggota masyarakat, para ilmuwan, peneliti lapangan.
2. Sumber Berita Berdasar Materi
Isinya
Menurut Errol
Jonathan, berdasarkan materi isinya, sumber berita dklasifikasikan ke dalam
tiga kelompok besar :
1. paper trail, bahan
yang tertulis atau tercetak berupa press release, makalah, dan dokumen.
2. electronic trail,
sumber dari perangkat elektronik semacam internet.
3. people trail,
orang sebagai narasumber.
3. Saran Praktis Miller
1. Gunakan alat tulis
di atas buku catatan kecil
2. Tulislah poin-poin
yang memang susah diingat
3. Fokuskan perhatian
pada apa yang sedang dibicarakan oleh sumber berita
4. Jika sumber berita
itu hadir dan menyaksikan bagaimana wartawan membuat catatan, buatlah catatan
yang to the point
5. Asah keterampilan
membuat catatan
4. Kedudukan dan Kredibilitas
Sumber Berita
Masalah sumber berita
diatur dalam KEJ pasal 5 :
1. Wartawan Indonesia
menghargai dan melindungi sumber berita yang tidak bersedia disebutkan namanya.
2. Keterangan yang
diberikan secara off the record tidak disiarkan, kecuali apa bila wartawan yang
bersangkutan secara nyata-nyata dapat membuktikan bahwa ia sebelumnya memiliki
keterangan yang kemudian diberikan secara off the record.
3. Wartawan Indonesia
dengan jujur menyebut sumbernya dalam mengutip berita, gambar, tulisan dari
suatu penerbitan pers.
4. Dilarang menerima
imbalan dari suatu pemberitaan.
C. Teknik Wawancara Berita
Wawancara berita adalah kegiatan
tanya jawab yang dilakukan repeorter atau wartawan dengan narasumber untuk
memperoleh informasi penting dan menarik.
1. Persyaratan Wawancara Berita :
1. Memiliki tujuan
yang jelas.
2. Efisien
3. Menyenagkan
4. Mengandalkan
persiapan dan riset awal
5. Melibatkan
khalayak
6. Menimbulkan
spontanitas
7. Pewawancara
sevagai pengendali
8. Mengembangkan
logika
2. Jenis-jenis Wawancara Berita :
1. Wawancara sosok
pribadi (personal interview)
2. Wawancara berita
(news interview)
3. Wawancara jalanan
(man on the street interview)
4. Wawancara sambil
lalu (casual interview)
5. Wawancara telepon
(telephone interview)
6. Wawancara tertulis
(written imnterview)
7. Wawancara kelompok
(discussion interview)
3. Hal yang Harus Diperhatikan
Selama Wawancara
1. Menjaga suasana
2. Bersikap wajar
3. Memelihara situasi
4. Tangkas dalam
menarik kesimpulan
5. Menjaga pokok persoalan
6. Kritis
7. Sopan santun
4. Jenis-jenis Pertanyaan dalam
Wawancara Berita
1. Pertanyaan terbuka
: pertanyaan yang menghendaki jawaban yang luas dan bebas.
2. Pertanyaan
hipotetik terbuka : hamper mirip dengan pertanyaan terbuka, yang membedakan
hanya struktur pertanyaannya.
3. Pertanyaan
langsung : menghendaki jawaban singkat, ya atau tidak.
4. Pertanyaan
tertutup : membatasi ruang gerak penjawab, bahkan jawaban telah tersedia.
5. Pertanyaan beban :
pertanyaan yang menimbulkan beban bagi penjawab disebabkan tidak ada jawaban
benar, tetapi menuntut emosional.
6. Pertanyaan
terpimpin : pertanyaan yang diikuti dengan arahan jawaban.
7. Pertanyaan orang
ketiga : pertanyaan diajukan seolah-olah merupakan pertanyaan dari orang
ketiga.
5. Tujuan Wawancara Berita
Menurut Jonathan,
wawancara berdasarkan tujuan dapat dibedakan atas :
1. Wawancara faktual
(the factual interview) : dilakukan untuk menggali, mencari, dan mengumpulkan
fakta-fakta.
2. Wawancara riset
pendapat (the opinion research interview) : untuk mengetahui apa yang
sebenarnya menjadi perhatian, pemikiran, pendapat narasumber.
3. Wawancara
penegasan kredibilitas narasumber (a well known personality interview) :
wawancara pakar untuk menguji kesahihan informasi yang berkembang dalam
masyarakat.
D. Teknis Menulis Berita
1. Pola Penulisan Piramida
Terbalik : Pesan berita disusun secara deduktif. Kesimpulan dinyatakan lebih
dulu pada paragraf pertama.
2. Berita Ditulis dengan Rumus
5W+1H : Setiap peristiwa yang dilaporkan harus memiliki unsur apa (what), siapa
(who), kapan (when), di mana (where), mengapa (why), dan bagaimana (how).
3. Pedoman Penulisan Teras
1. Teras berita yang
menempati alinea pertama harus mencerminkan pokok terpenting berita.
2. Jangan mengandung
lebih dari antara 30 dan 45 kata.
3. Harus ditulis
dengan baik sehingga mudah dimengerti, kalimat-kalimatnya singkat sederhana,
jelas melaksanakan ketentuan satu gagasan dalam satu berita.
4. Hal-hal yang tidak
begitu mendesak, namun berfungsi sebagai penambah.
5. Mengutamakan unsur
apa.
6. Dapat juga dimulai
dengan unsur siapa.
7. Teras berita
jarang menggunakan unsur bilamana pada permulaannya.
E. Syarat Judul Berita
Judul adalah identitas berita.
Judul juga pemicu daya tarik pertama bagi pembaca. Judul berita yang baik harus
memenuhi tujuh syarat :
1. Provokatif : judul yang dibuat
harus mampu membangkitkan minat dan perhatian khalayak.
2. Singkat dan padat : mewakili
isi berita. Ada dua alasan mengapa penulisan judul sangat singkat. Pertama,
karena keterbatasan tempat.Kedua, keterbatasan waktu pembaca.
3. Relevan : berkaitan dengan
pokok susunan pesan terpenting yang ingin disampaikan.
4. Fungsional : setiap kata yang
terdapat pada judul bersifat mandiri dan memiliki arti yang tegas dan jelas.
5. Formal : berarti resmi,
langsung pada pokok permasalahan, menghindari basa-basi.
6. Representatif : mencerminkan
teras berita.
7. Merujuk pada bahasa baku :
media massa dituntut untuk memberi contoh yang baik karena salah satu fungsi
media massa yaitu to educate.
8. Spesifik : jangan gunakan
kata-kata umum. Makin umum, makin kabur gambarannya dalam angan-angan.
Sebaliknya, makin khusus, makin jelas (Soedjito, 1988:5-6).
F. Fungsi Teras Berita
Teras adalah paragraf pertama
yang memuat fakta atau informasi terpenting dari keseluruhan uraian berita.
Teras berita memiliki empat fungsi :
1. Atraktif : arus dapat
membangkitkan minat pembaca terhadap topik yang dilaporkan.
2. Introduktif : harus mampu
mengantar pembaca kepada pokok persoalan. Maka dari itu teras berisi harus
berisi rumus 5W 1H.
3. Korelatif : kalimat dalam
teras harus dapat menjadi penghubung dengan bagian selanjutnya dari berita,
yaitu bagian perangkai dan tubuh.
4. Kredibilitas : kredibilitas
seorang wartawan akan tampak pada tulisan pada teras beritanya.
G. Jenis-jenis Teras Berita
1. Who Lead (Teras Berita Siapa)
: unsur who dipilih dengan pertimbangan unsur siapa memiliki nilai berita yang
lebih besar.
2. What Lead (Teras berita apa) :
memiliki nilai berita yang jauh lebih tinggi daripada unsur-unsur yang lain.
3. When Lead (Teras Berita kapan)
: dipilih dengan pertimbangan unsur waktu peristiwa.
4. Where Lead (Teras Berita
Dimana) : dipilih dengan pertimbangan unsur tempat peristiwa.
5. Why Lead (Teras Berita
Mengapa) : dipilih dengan pertimbangan unsur mengapa peristiwa itu dapat
terjadi.
6. How Lead (Teras Berita
Bagaimana) : dipilih dengan pertimbangan unsur bagaimana suatu peristiwa dapat
terjadi.
7. Contrast Lead (Teras berita
Kontras) : dipilih dengan pertimbangan unsur sesuatu yang berlawanan pada
subjek pelaku peristiwa memiliki nilai berita yang jauh lebih besar dibanding
dengan unsur yang lain.
8. Quotation Lead (Teras Berita
Kutipan) : dipilih dengan pertimbangan unsur perkataan langsung yang
dilontarkan oleh narasumber atau pelaku peristiwa memiliki nilai berita yang
jauh lebih besar dibanding dengan unsur yang lain.
9. Question Lead (Teras Berita
Pertanyaan) : pertanyaan yang dilontarkan narasumber diyakini memiliki nilai
berita yang tinggi.
10. Descriptive Lead (Teras
Berita Pemaparan) : teras berita pemaparan dipilih dengan pertimbangan unsur
suasana yang melekat dalam suatu peristiwa memiliki nilai berita yang jauh
lebih besar dibanding dengan unsur yang lain.
11. Narative Lead (Teras berita
Bercerita) : teras berita bercerita dipilih dengan pertimbangan unsur realitas
cerita yang terdapat dalam suatu peristiwa memiliki nilai berita yang jauh
lebih besar dibanding dengan unsur yang lain.
12. Exclamation Lead (Teras
Berita Menjerit) : teras berita menjerit dipilih dengan pertimbangan unsur yang
dilontarkan oleh narasumber peristiwa memiliki nilai berita yang jauh lebih
besar dibanding dengan unsur yang lain.
V.
Feature: Jurnalistik Sastra
A. Arti dan Definisi Feature
1. Pengertian Feature
Secara sederhana,
feature adalah cerita atau karangan khas yang berpijak pada data dan fakta yang
diperoleh melalui proses jurnalistik. Mc.Kinney, feature adalah suatu tulisan
yang berada di luar tulisan yang bersifat berita langsung. Dalam tulisan ini pegangan
5W 1H dapat diabaikan. Wolseley dan Campbell dalam Exploring Journalism (1957)
memasukkan feature pada surat kabar ke dalam segi hiburan.
2. Definisi Feature
Feature adalah cerita
khas kretif yang berpijak pada jurnalistik sastra tentang suatu situasi,
keadaan, atau aspek kehidupan, dengan tujuan untuk memberi informasi sekaligus
menghibur khalayak media massa. Jullian Harris dalam The Complete Reporter
(1985), secara umum arti kata feature meliputi suatu daftar panjang mulai dari
komik sampai daftar panjang yang disebut kolom, yang tidak digolongkan dalam
berita lempang. Richard Weiner dalam Webster’s New World Dictionary of Media
and Communication (1990), feature adalah suatu karangan yang lebih ringan atau
lebih umum tentang daya pikat manusiawi atau gaya hidup daripada berita lempang
yang ditulis dari peristiwa yang masih hangat. Daniel R. Williamson dalam
Feature Writing for Newspaper (1975), feature adalah artikel yang kreatif,
kadang subjektif, yang dirancang terutama untuk menghibur dan memberi tahu
pembaca tentang peristiwa.
B. Kedudukan dan Fungsi Feature
1. Kedudukan Feature
Kedudukan feature
sangat penting dalam media massa. Bagi surat kabar yang dikelola secara
professional, kedudukan feature sebagai salah satu bentuk karya jurnalistik
sastra, tidak hanya untuk memenuhi aspek kesemestaan media massa semata. Lebih
dari itu, feature sekaligus juga diharapkan dapat meningkatkan citra media di
mata khalayak.
2. Fungsi feature
1. Sebagai pelengkap
sekaligus variasi sajian berita langsung (straight news).
2. Pemberi informasi
tentang suatu situasi, keadaan, atau peristiwa yang terjadi.
3. Penghibur atau
sarana rekreasi dan pengembangan imjinasi yang menyenangkan.
4. Wahana pemberi
nilai dan makna terhadap suatu keadaan.
5. Sarana ekspresi
yang paling efektif dalam mempengaruhi khalayak.
C. Jenis-jenis Feature
Menurut Wolseley dan Campbell
dalam Exploring Journalism, paling tidak terdapat enam jenis feature :
1. Feature minat insani :
dimaksudkan untuk mengaduk-aduk perasaan, suasana, hati, dan bahkan menguras
air mata khalayak.
2. Feature Sejarah (Hystorical
feature) : berusaha untuk melakukan rekonstruksi peristiwa tidak saja dari sisi
fakta benda-benda tapi juga mencakup aspek manusiawinyayang selalu mengundang
daaya simpati dan empati khalayak.
3. Feature biografi (Biografiocal
feature) : feature biografi atau tentang riwayat hidup seseorang terutama
kalangan tokoh seperti pemimpin negara dan masyarakat atau mereka yang selalu
mengabdikan hidupnya untuk negara, bangsa, atau sesuatu yang bemanfaat bagi
peradaban umta manusia.
4. Feature perjalanan (Travelogue
feature) : feature yang mengajak pembaca, pendengar, atau pemirsa untuk
mngenali lebih dekat tentang suatu kegiatan atau tempat-tempat yang dinilai
memiliki daya tarik tertentu.
5. Feature petunjuk praktis (How
to do feature) : feature yang mengajarkan tentang bagaimana melakukan sesuatu.
6. Feature ilmiah (Scientific
feature) : feature yang mengungkap sesuatu yang berkaitan dengan dunia ilmu
pengetahuan.
E. Feature : Junalistik Sastra
1. Cerpen, Sastra, Cerpen
Hiburan, Feature
2. Karakteristik Jurnalistik
Sastra
1. Menggambarkan
kegiatan jurnalistik yang bertujuan untuk menciptakan opini publik dengan
penekanan pada objektifitas pers demi bekerjanya fungsi watchdog.
2. Memetakan upaya
jurnalisme yang mengkhususkan target pembacanya dengan model penerbitan
jurnal-jurnal kecil yang memuat materi khusus berdasarkan profesi atau
kebutuhan tertentu sekelompok masyarakat.
3. Menggunakan metode
ilmiah dan teknik reportase dan mengadopsi langkah-langkah penelitian yang
disyaratkan oleh dunia akademis ke dalam teknik pencarian berita.
4. Membuat sajian
berita yang sejenis dengan kreasi sastra.
G. Norma-norma Jurnalistik Sastra
1. Riset mendalam dan melibatkan
diri dengan subjek.
2. Jujur kepada pembaca dan
sumber berita.
3. Fokus peda peristiwa-peristiwa
rutin.
4. Menyajikan tulisan yang
akrab-informal-manusiawi.
5. Gaya penulisan yang sederhana
dan memikat.
6. Sudut pandang yang langsung
menyapa pembaca.
7. Menggabungkan naratif primer
dan naratif simpangan.
8. Menanggapi reaksi sekuensial
pembaca.
VI.
Teknik Menulis Cerita Feature
A. Empat Ciri Utama Cerita
Feature
Jurnalisme sastra menekankan pada
penceritaan pasda pelaporan berita. Dengan teknik berkisah maka laporan yang
dibuat dapat disimak khalayak secara informatif dan imajinatif. Karena sifatnya
yang imajinatif maka pembaca seakan merasakan kata demi kata yang tertulis pada
laporan tersebut. Maka teknik berkisah tersebut dibangun berdasarkan
unsur-unsur :
1. Penyusunan adegan : laporan
disusun menggunakan teknik bercerita adegan demi adegan.
2. Dialog : berita disampaikan
melalui dialog antara si pelaku dalam peristiwa yang dilaporkan melalui tulisan
feature tersebut.
3. Sudut pandang orang ketiga :
melalui alat ini, pembaca disuguhi setiap suasana peristiwa-peristiwa melalui
pandangan mata seorang tokoh yang sengaja dimunculkan.
4. Mencatat detail : mencatat
semua detail yang berhubungan dengan peristiwa. Contohnya : perilaku, adat
istiadat, gaya hidup, dekorasi rumah, hubungan sosial, dan lainnya.
B. Unsur-unsur Pokok Dalam Cerita
Feature
Sebagai sebuah cerita, feature
dibangun dengan berpijak kepada beberapa unsur pokok :
1. Tema : ide cerita.
2. Sudut pandang : sudut pandang
yang dipilih pengarang untuk melihat suatu kejadian.
3. Plot
4. Karakter : dalam dunia
penulisan bergaya berkisah, tokohlah yang dapat menghidupkan cerita tersebut.
5. Gaya : cara khas seorang
penulis feature menuliskan feature tersebut.
6. Suasana : dalam bercerita,
suasana sangat dibutuhkan untuk menghidupkan cerita.
7. Lokasi Peristiwa : menunjukkan
tempat kejadia dan kapan terjadinya. Bukan hanya background.
Komentar
Posting Komentar